Orang-Orang Beranda
Pembacaan Alkitab: Kejadian 18:1-8; 1 Yohanes 1:1-3
Kejadian 18:1 Kemudian TUHAN menampakkan diri kepada Abraham dekat pohon terbantin di Mamre, seang ia duduk di pintu kemahnya waktu hari panas terik.
2 Ketika ia mengangkat mukanya, ia melihat tiga orang berdiri di depannya. Sesudah dilihatnya mereka, ia berlari dari pintu kemahnya menyongsong mereka, lalu sujudlah ia sampai ke tanah,
3 serta berkata: "Tuanku, jika aku telah mendapat kasih tuanku, janganlah kiranya lampaui hambamu ini.
4 Biarlah diambil air sedikit, basuhlah kakimu dan duduklah beristirahat di bawah pohon ini;
5 biarlah kuambil sepotong roti, supaya tuan-tuan segar kembali; kemudian tuan-tuan bolehlah meneruskan perjalanannya; sebab tuan-tuan telah datang ke tempat hambamu ini." Jawab mereka: "Perbuatlah seperti yang kaukatakan itu."
6 Lalu Abraham segera pergi ke kemah mendapatkan Sara serta berkata: "Segeralah! Ambil tiga sukat tepung yang terbaik! Remaslah itu dan buatlah roti bundar!"
7 Lalu berlarilah Abraham kepada lembu sapinya, ia mengambil seekor anak lembu yang empuk dan baik dagingnya dan memberikannya kepada seorang bujangnya, lalu orang ini segera mengolahnya.
8 Kemudian diambilnya dadih dan susu serta anak lembu yang telah diolah itu, lalu dihidangkannya di depan orang-orang itu; dan ia berdiri di dekat mereka di bawah pohon itu, sedang mereka makan.
1 Yohanes 1:1 Apa yang telah ad asejak semula, yang telah kami dengar, yang telah kami lihat dengan mata kami, yang telah kami saksikan dan yang telah kami raba dangan tangan kami tentang Firman hidup – itulah yang kami tuliskan kepada kamu.
2 Hidup itu telah dinyatakan, dan kami telah melihatnya dan sekarang kami bersaksi dan memberitakan kepada kamu tentang hidup kekal, yang ada bersama-sama dengan Bapa dan yang telah dinyatakan kepada kami.
3 Apa yang teah kami lihat dan yang telah kami dengar itu, kami beritakan kepada kamu juga, upaya kamu pun beroleh persekutuan dengan kami. Dan persektuan kami adalah persekutuan dengan Bapa dan dengan Anak-Nya, Yesus Kristus.
RENUNGAN
Ketika aku masih kanak-kanak, biasa bagi anggota keluarga berkumpul pada malam hari. Inilah saat bersantai dengan anggota keluarga dan berbagi cerita tentang kejadian hari itu. Biasanya satu atau dua tetangga akan bergabung.
Ketika dunia diliputi ketakutan dan kebebasan pribadi makin dihargai, bersantai di beranda menjadi kebiasaan kuno. Saat ini, mungkin kita berkumpul di halaman belakang rumah, jauh dari mereka yang membutuhkan teman. Hanya yang diundang yang disambut; dan daftar undangan dapat menjadi eksklusif.
Tidak seperti kita dalam keeksklusifan, Allah selalu ada bagi kita melalui Yesus Kristus. Yesus selalu hadir bagi manusia, bahkan dalam situasi yang berbahaya. Kristus tetap ada untuk mengajar kita pada hari ini, selalu membuka pintu bagi persahabatan.
Dengan cara yang sama, kita, murid Kristus, seharusnya mudah dijangkau: di lingkungan rumah, di gereja, dan di tempat kerja kita. Kristus memanggil kita keluar dari kenyamanan dan privasi utuk mudah ditemui dan peka pada kebutuhan orang lain. Yesus Kristus berjalan, berbicara, tertawa, dan menangis bersama kita, dan Dia mau kita juga melakukan itu bagi sesama kita. Orang-orang Kristen dipanggil untuk menjadi "orang-orang beranda" bagi dunia.
Doa: Bapa Surgawi, tolonglah kami agar selalu menyambut orang-orang yang bertemu dengan kami. Tolong kami membuka pintu bagi mereka untk menjalin persahabatan dengan-Mu. Amin.
Pokok pikiran: Kita dapat mencari cara untuk menceriterakan Kristus kepada orang-orang di sekitar kita.
Doa syafaat: Mereka yang membutuhkan pendengar yang baik.
SUMBER
Bill Chadwick (Virginia, Amerika Serikat)
Saat Teduh BPK Gunung Mulia – Jakarta – Indonesia
Back To Previous Page ...