Pengacau Nilai
Karena pemilik sebuah toserba lengah, pada malam hari seorang pencuri menyusup ke dalam tokonya. Tapi yang dilakukan pencuri itu sungguh aneh. Dia tidak membobol dana, mengambil barang berharga melainkan hanya menukar-nukar label harga dari barang-barang yang ada di toko itu. Label Rice cooker yang seharga Rp. 300.000 di tempelkan pada sepasang sandal jepit yang hanya berharga Rp. 10.000. Sepanjang malam pencuri itu bekerja mengacaukan semua label harga di toko itu. Barang yang seharusnya murah jadi begitu mahal dan juga sebaliknya. Keesokan harinya toko buka seperti biasa. Pemilik dan karyawan bekerja sebagaimana mestinya karena tidak ada yang aneh pada toko itu. Ketika para pembeli berdatangan untuk berbelanja, barulah ulah si pencuri itu ketahuan. Kini semua orang jadi bingung dan ribut karena melihat harga yang sangat kacau balau.
Sama halnya dengan iblis. Mungkin dia tidak bisa mengambil hal-hal berharga dalam hidup kita, tapi dia bisa menukarnya dengan hal-hal yang kurang berharga. Dia bisa mengacaukan pola pikir, prioritas, dan tujuan hidup kita. Karena tipuannya kita jadi berpikir bahwa Tuhan tidak penting, pekerjaan yang lebih penting. Keluarga tidak penting, hobby yang lebih penting. Kesehatan tidak penting, uang yang lebih penting, dsb.
Alhasil, orang-orang yang ada di sekeliling kita merasa bahwa ada yang salah dengan kita. Kita menjadi orang yang keras, kaku, stress, tidak ada sukacita karena kita enggan melibatkan Tuhan. Kita sangat sibuk, dan menganggap doa sebagai pemborosan waktu. Keluarga tidak harmonis karena waktu yang seharusnya disisihkan untuk mereka kita kuras habis untuk hobi kita. Kita mengejar uang dengan mengorbankan kesehatan kita, dan sampai akhirnya kita harus mengejar kembali kesehatan kita dengan mengorbankan uang kita. Salah prioritas, bisa menyebabkan jalan hidup yang kita pikir bahagia justru menjadi malapetaka. Kita mengejar yang sia-sia dan meninggalkan yang berharga. Maukah kita menata ulang prioritas hidup kita?
Jangan mengorbankan yang berharga untuk sesuatu yang tidak berharga.
"..sebab ia adalah pendusta dan bapa segala dusta. ( Yohanes 8:44 )"
Back To Previous Page ...