Subscribe
StumbleUpon  Del.icio.us  Facebook  Reddit  Add to diigo  

Article Time Stamp: 23 November 2008, 15:26:36 GMT+7

Perjalanan Di Lembah Buah



Dua orang remaja pengumpul kayu bakar, masuk ke sebuah hutan untuk mencari kayu bakar. Hari itu terasa sangat melelahkan bagi mereka, karena mereka harus mengumpulkan cukup banyak kayu bakar untuk dijual keesokan harinya. Ketika beristirahata sejenak di bawah pohon mahoni, mereka tertarik melihat lembah yang terletak tidak jauh dari mereka.

Lembah itu kelihatannya indah, banyak burung-burung beterbangan di atasnya dan nmapak juga pepohonan hijau yang menandakan bahwa lembah itu begitu subur. “Bagaimana kalau kita berjalan melalui lembah itu? Bukankah kita belum pernah melihat lembah itu sebelumnya?” Kata salah seorang dari kedua remaja itu. “Baiklah, mungkin saja dari lembah itu ada jalan pintas yang lebih dekat untuk tiba di desa kita,” sambung temannya. Keduanyapun mulai menurun lembah dengan perut yang lapar dan haus sambil memanggul kayu bakar di atas pundak.

Setiba di lembah, keduanya kaget bukan kepalang. Ternyata lembah itu ditumbuhi aneka pohon buah-buahan yang sedang berbuah. Di sebelah kiri jalan setapak yang mereka lalui bergelantungan apel segar yang merah, di sisi kanan tampak pohon jeruk yang buahnya kuning mengkilap, pertanda betapa subur dan segarnya tanaman tersebut. Kedua remaja itupun menurunkan kayu bakar mereka dan sibuk memetik buah lalu mengisinya ke dalam tas. Mereka berlarian ke sana ke mari mencari buah yang paling besar, meskipun sebenarnya semua buah yang ada besar-besar dan tak ada yang cacat. Di bagian lain dari lembah itu tumbuh pohon anggur dengan tandan-tandan buahnya hampir menyentuh tanah. Anggur merah ada, anggur hijau juga ada. Masih banyak lagi buah-buahan yang lain seperti melon, mangga, salak dan stroberi. Kedua remaja itu begitu sibuk memetik buah dan mengisi tas mereka, sehingga mereka lupa tadinya mereka sangat haus dan lapar. Tiba-tiba mereka mendengar suara yang memanggil “Hei anak-anak..” Mereka menoleh ke belakang dan melihat seseorang kakek dengan senyum lebar di bibirnya. “Mengapa kalian begitu tergesa-gesa seperti ada yang mengejar? Siapapun yang lewat di sini boleh menikmati buah-buahan di sini sepuasnya tanpa harus terburu-buru. Apakah kalian sudah mencicipi anggur merah itu? Rasanya sangat manis dan itu menjadi buah yang sangat disenangi di sini.” Kedua remaja itupun baru tersadar bahwa merekea terlalu sibuk memetik buah sehingga lupa menikmati lezatnya padahal mereka sangat lapar.



Hal ini sama dengan kehidupan kita. Banyak sekali keindahan anugerah Tuhan yang tidak kita nikmati karena kita begitu sibuk berpacu dengan waktu mengejar ini dan itu. Kita menganggap berbincang-bincang atau rekreasi dengan keluarga sebagai pemborosan waktu, keindahan dan keajaiban alam tidak membuat kita merenung sejenak tentang kasih dan kuasa Tuhan, kita tidak menikmati sinar matahari dan hujan yang tercurah sebagai bukti pemeliharaan Tuhan kepada kita.

Perlambat “ritme” hidup anda dan anda akan mulai menikmati semua keindahan dari apa yang Tuhan karuniakan di dalam hidup ini.

Terlalu sibuk kadang membuat kita tidak bisa melihat kebaikan Tuhan di sekeliling kita.


 Back To Previous Page ...