PERLINDUNGAN DI TENGAH BADAI
Bacaan Alkitab: Yesaya 43:1-7
Ayat Renungan: ... tuntunlah aku ke gunung batu yang terlalu tinggi bagiku. (* Mzm. 61:3)
Badai musim panas dapat datang dengan cepat di atas air. Aku mengetahui hal ini saat berumur sekitar 10 tahun. Air sedang tenang saat ayahku mendayung perahu kami di sungai, sementara aku dan saudara-saudaraku tengah memancing. Tiba-tiba, angin berubah arah, dan sebelum kami selesai membenahi perlengkapan, langit makin gelap, kilat menyambar dengan hebat, seolah mengincar kami, anak-anak kecil di atas perahu ini.
"Semua tengkurap!" Ayah berteriak di tengah gemuruh angin. Kami menelungkup di lantai perahu dan menutup mata, sementara ayah mengendalikan perahu menyusuri sungai. Tak lama, ayah menunjuk ke sebuah tebing batu. la menarik perahu ke tepi, dan menolong kami naik ke sebuah gua kecil di sebelah tebing itu. Di tempat itulah kami berlindung dengan aman hingga badai reda.
Saat hidup tiba-tiba berubah arah atau bahaya menghadang jalanku, aku memikirkan peristiwa itu dan kata-kata pemazmur, "Allah itu bagi kita tempat perlindungan dan kekuatan, sebagai penolong dalam kesesakan sangat terbukti" (Mzm. 46:2). Aku masih harus menghadapi hal-hal yang menakutkan, tetapi aku tak sendiri. Allah adalah "gunung batu yang terlalu tinggi bagiku” tempat perlindungan yang aman ketika badai hidup sedang mengamuk. Kita dapat percaya kepada Allah, apa pun yang terjadi.
Doa: Lindungi dan tuntunlah kami, ya Allah, menuju tempat yang aman saat kami dalam bahaya. Redakanlah badai dalam hidup dan jiwa kami serta biarkan kami selalu dekat dengan-Mu. Amin.
Pokok Pikiran: Saat badai mengamuk, carilah tempat perlindungan yang Allah sediakan.
Doa Syafaat: Keluarga yang sedang bepergian.
JUDITH FULP-EICKSTAEDT (VIRGINIA)
Sumber:
Saat teduh RABU - 27 AGUSTUS 2008
Back To Previous Page ...