Subscribe
StumbleUpon  Del.icio.us  Facebook  Reddit  Add to diigo  

Article Time Stamp: 25 October 2008, 22:33:36 GMT+7

Prinsip Kayu Apung



Pembacaan Alkitab: 1 Samuel 16:4-13


Ayat Renungan:
Tetapi berfirmanlah TUHAN kepada Samuel: "Janganlah pandang parasnya atau perawakannya yang tinggi, sebab Aku telah menolaknya. Bukan yang dilihat manusia yang dilihat Allah; manusia melihat apa yang di depan mata, tetapi TUHAN melihat hati. (1 Samuel 16:7)


RENUNGAN

Aku dan ayahku sedang mencari kayu apung di pantai Lautan Pasifik yang berbukit-bukit di dekat rumah kami. Ayah memakai kayu itu untuk membuat jam dan meja. Berhasrat untuk membantu, aku berlari dari satu tumpukan ke tumpukan lainnya, menyeret kayu-kayu yang besar. Tetapi, tidak satu pun dari kayu-kayu tersebut yang sesuai dengan keinginan ayah.

Akhirnya, setelah satu jam naik turun bukit di tepi pantai, ayah berhenti dan melihat setumpukan kayu yang tidak beraturan. "Sempurna," ucapnya sambil memegang sebatang akar yang berbelit.

Aku tidak percaya pada apa yang aku lihat. "Mengapa ayah mengambil kayu tua dan kotor ini?"

"Kamu tidak boleh hanya melihat bentuknya yang sekarang." Kata ayah. "Lihatlah apa jadinya kayu ini nanti." Sebuah jam kayu yang tergantung di tembok rumahku mengingatkan aku untuk tidak menghakimi berdasarkan tampilan luarnya – karena Allah pun demikian.

Dari nats 1 Samuel di atas, kita tahu bahwa Tuhan tidak melihat tampilan luar seseorang, tetapi lebih melihat pada hati. Bukankah luar biasa untuk mengetahui bahwa Allah bukan hanya melihat pribadi kita saat ini, melainkan juga akan menjadi pribadi yang bagaimanakah kita kelak.


Doa: Tuhan, ajar aku untuk melihat orang lain dan diriku sendiri dengan cara pandang-Mu. Amin.


Pokok pikiran: Sesuatu yang kelihatan sebagai rongsokan di mata kita, Allah lihat sebagai sebuah karya agung di masa depan.


Doa syafaat: Mereka yang merasa tidak dihargai Allah.


Sumber:
Dwayne K. Buhler (British Columbia, Canada)
Saat Teduh BPK Gunung Mulia – Jakarta – Indonesia
Saat Teduh Jum'at, 17 Oktober 2008


 Back To Previous Page ...