========================
+++ ENGLISH LANGUAGE +++
========================
A Christian went to his favorite barber shop for his weekly haircut
and beard trimming. In the course of their conversation, they touched
upon the subject of God. The barber said: "Look man, I don't think that
God exists as you believe."
"Why do you think that?" asked the Christian.
"Well, it's so easy; you only have to go out in the street to realize
that God does not exist. If God existed, would there be so many sick people?
Would there be abused or crippled children? If God existed, there would
be no suffering or pain. Would there be murder or even war? I cannot imagine
a loving God who would permit ANY of these things."
The Christian didn't want to enter into an argument and could think of no
immediate response to the barber's logic. The barber finished his job and
the Christian fellow left the shop. The moment he stepped out the door he
saw a man sitting on the curb whose long hair and beard were in need of
a barber's attention (It looked so long, dirty and untidy).
The Christian turned and reentered the barber shop and said to the barber:
"You know what? Barbers absolutely do not exist!"
"How can you say that barbers do not exist?" exclaimed the barber.
"Well, I'm here and I'm a barber. I just cut your hair!!!"
"No!" the Christian exclaimed. "Barbers do not exist; because if they did
exist, there would be no people with long hair and stringy beard like that
man out there in the street, sitting on the curb."
"Oh, barbers do indeed exist! What happens is that people first have to
come to me. They seek me out and find me!"
"You are exactly right!"- affirmed the Christian. "That's exactly the point.
God does exist, what happens is people don't go to Him and do not look for Him.
That's why there's so much pain and suffering in the world."
========================
+++ BAHASA INDONESIA +++
========================
Jangan Salahkan TUHAN !!!.
Pada suatu hari seorang penginjil dan tukang cukur berjalan melalui daerah
kumuh di sebuah kota. Tukang cukur berkata kepada si penginjil: "Lihat,
inilah sebabnya saya tidak dapat percaya ada Tuhan yang penuh kasih."
Jika Tuhan itu baik sebagaimana yang engkau katakan, Ia tidak akan membiarkan
semua kemiskinan, penyakit, dan kekumuhan ini. Ia tidak akan membiarkan
orang-orang ini terperangkap ketagihan obat dan semua kebiasaan yang merusak
watak. Tidak saya tidak dapat percaya ada Tuhan yang mengijinkan semua
ini terjadi."
Penginjil itu diam saja sampai ketika mereka bertemu dengan seseorang yang
benar-benar jorok dan bau. Rambutnya panjang dan janggutnya seperti tak
tersentuh pisau cukur cukup lama. Kata penginjil itu:"Anda tidak bisa
menjadi seorang tukang cukur yang baik kalau anda tidak membiarkan orang
seperti dia hidup tanpa rambut dan janggut yang tak terurus. Merasa
tersinggung, tukang cukur itu menjawab:"Mengapa salahkan aku atas
keadaan orang itu?
Aku tidak mengubahnya. Ia tidak pernah datang ke tokoku.
Saya bisa saja merapikannya dan membuat ia tampak rupawan!" Sambil melihat
dengan tenang kepada tukang cukur itu, penginjil itu berkata:"Karena itu,
jangan menyalahkan Tuhan karena membiarkan orang hidup dalam kejahatan,
karena Ia terus menerus mengundang mereka untuk datang dan 'dicukur'.
Alasan mengapa orang-orang itu menjadi budak kebiasaan
jahat adalah karena mereka menolak Dia yang telah mati untuk
menyelamatkan mereka."
Tukang cukur itu mengerti maksudnya. Apakah anda juga ???