Subscribe
StumbleUpon  Del.icio.us  Facebook  Reddit  Add to diigo  

Article Time Stamp: 11 October 2008, 20:28:26 GMT+7

Write In The Sands





English Language




A story tells that two friends were walking through the desert. In a specific point of the journey, they had an argument, and one friend slapped the other one in the face. The one, who got slapped, was hurt, but without anything to say, he wrote in the sand:
"TODAY, MY BEST FRIEND SLAPPED ME IN THE FACE".

They kept on walking, until they found an oasis, where they decided to Take a bath. The one who got slapped and hurt started drowning, and the other friend saved him. When he recovered from the fright, he wrote on a stone:
"TODAY MY BEST FRIEND SAVED MY LIFE".

The friend who saved and slapped his best friend, asked him, "Why, after I hurt you, you wrote in the sand, and now you write on a stone?"
The other friend, smiling, replied: "When a friend hurts us, we should write it down in the sand, where the winds of forgiveness get in charge of erasing it away, and when something great happens, we should engrave it in the stone of the memory of the heart, where no wind can erase it"

Learn to write in the sand.




Bahasa Indonesia



Ada kisah dua orang sahabat. Saat terjadi pertengkaran, salah seorang menampar sahabatnya. Orang yang kena tampar tersebut tentu saja merasa terluka, namun tanpa berkata apa-apa dia menulis diatas pasir : “Hari ini, sahabatku menampar pipiku.” Tak lama kemudian ketika orang yang pipinya kena tampar tersebut mengalami kram sehingga nyaris tenggelam di sebuah sungai, datanglah sahabatnya menolong dia. Setelah itu orang yang selamat tadi mengambil batu yang ujungnya tajam dan memahat tulisan pada sebuah batu: “Hari ini, sahabatku menyelamatkan nyawaku.”

Orang yang menolongnya bingung dengan ulah sahabatnya dan bertanya,”Mengapa saat saya menamparmu, kamu menulisnya diatas pasir dan sekarang saat saya menolongmu kamu memahatnya diatas batu?” Sambil tersenyum sahabatnya menjawab,”Ketika seorang sahabat melukai kita, kita harus menuliskannya di pasir waktu agar angin maaf datang berhembus dan menghapus tulisan itu sehingga kita tidak akan pernah lagi mengingatnya. Dan bila sesuatu yang baik yang dilakukan sahabat kita, hendaknya kita memahtanya di batu waktu agar kita senantiasa mengingatnya dan tak akan pernah hilang oleh berlalunya waktu.

Tuhan Yesus juga mengajarkan agar kita bisa melepaskan pengampunan dengan tulus terhadap seseorang yang bersalah kepada kita. Ketika konflik terjadi dalam hidup kita, marilah kita menuliskannya diatas pasir waktu dan membiarkan angin maaf menghapusnya. Jiwa besar juga bisa kita tunjukkan dalam hal mengingat kebaikan orang-orang yang telah menolong kita. Tidak mudah melupakan jasa-jasanya, tapi akan selalu mengingatnya sebagai orang yang dipakai Tuhan sebagai alat-Nya untuk menolong dan memberkati kita. Jangan pernah jadi orang yang tidak tahu berterima kasih atau bahkan dengan mudah melupakan kebaikan demi kebaikan yang telah dilakukan oleh sahabat kepada diri kita.

Setiap kesalahan hendaknya dituliskan diatas pasir, dan setiap kebaikan hendaknya dituliskan diatas batu.

Kemudian datanglah Petrus dan berkata kepada Yesus: “ Tuhan, sampai berapa kali aku harus mengampuni saudaraku jika ia berbuat dosa terhadap aku?Sampai tujuh kali?” ( Matius 18:21 )


 Back To Previous Page ...