Subscribe
StumbleUpon  Del.icio.us  Facebook  Reddit  Add to diigo  

Article Time Stamp: 04 January 2009, 17:56:25 GMT+7

Satu Syarat Saja



Seorang anak miskin dari desa sangat ingin pergi ke istana dan menjumpai raja di negeri itu. Ibu dan tetangga-tetangga mengatakan bahwa niatnya itu tak masuk akal. Namun, si anak tetap nekat. Iapun berangkat. Sayang, penjaga istana tak mengizinkannya masuk begitu saja. Berbagai pertanyaan dan syarat diajukan, sehingga si anak gelagapan. Akibatnya, ia tak boleh masuk.

Sambil berjalan pulang ia menangis tersedu-sedu. Di tengah jalan, ia bertemu seorang anak laki-laki yang bertanya mengapa ia menangis. Setelah mendengar ceritanya, anak laki-laki itu menggandeng tangannya dan berkata,"Ayo ikut aku."

Maka berjalanlah mereka beriringan. Ternyata mereka kembali ke istana. Sampai di gerbang, si anak desa sudah khawatir. Namun ia mendapati situasi yang berbeda. Para pengawal menunduk. Tanpa berkata apa-apa mereka membukakan pintu, memberikan penyambutan, lalu mempersilakan keduanya masuk, sampai akhirnya mereka bertemu dengan sang raja. Di depan raja, si anak laki-laki berkata,'Ayah, perkenalkan ini temanku. Ia sangat bertemu Ayah. Ayah mau kan berbincang dengannya?'


Gerbang surgawi, barangkali juga serupa pintu berpalang yang dijaga banyak pengawal. Dan, dihadapan mereka, kita adalah warga biasa, yang tak bisa masuk begitu saja. Namun, kondisinya akan berbeda saat kita tak datang sendiri ke sana. Apabila Yesus yang menggandeng tangan kita, tak ada syarat diajukan. Sebaliknya penyambutan diberikan. Dan kita boleh menikmati keberadaan kita di sana. Ya, tak ada syarat lain untuk masuk ke sana. Satu saja syaratnya: masuk bersama Yesus.

"Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa kalau tidak melalui Aku." ( Yohanes 14:6 )


 Back To Previous Page ...