Subscribe
StumbleUpon  Del.icio.us  Facebook  Reddit  Add to diigo  

Article Time Stamp: 26 April 2009, 21:56:21 GMT+7

Siapa Yang Mengawasi?



Pembacaan Alkitab: Kolose 3:15-17

15 Hendaklah damai sejahtera Kristus memerintah dalam hatimu, karena untuk itulah kamu telah dipanggil menjadi satu tubuh. Dan bersyukurlah.

16 Hendaklah perkataan Kristus diam dengan segala kekayaan-Nya di antara kamu, sehingga kamu dengan segala hikmat mengajar dan menegur seorang akan yang lain dan sambil menyanyikan mazmur, dan puji-pujian dan nyanyian rohani, kamu mengucap syukur di dalam Allah di dalam hatimu.

17 Dan segala sesuatu yang kamu lakukan dengan perkataan atau perbuatan, lakukanlah semuanya itu dalam nama Tuhan Yesus, sambil mengucap syukur oleh Dia kepada Allah, Bapa kita.


RENUNGAN

Kamu adalah terang dunia. Kota yang terletak di atas gunung tidak mungkin tersembunyi. (Matius 5:14)

Beberapa tahun yang lalu, waktu belajar di luar negeri, aku sedih dan rindu. Studiku membuktikan lebih menantang daripada yang kuharapkan. Suatu pagi aku merasa begitu patah semangat, menyesali diri sendiri, saat mendengar, “Tok! Tok!”. Memandang ke luar jendela, aku melihat seorang wanita muda tunanetra. Suara tok tok itu berasal dari tongkat yang dipakai untuk melanjutkan perjalanannya.

Meski cacat, ia tekun mencari nafkah. Saat aku mereflekesikan tentang apa yang kulihat dalam wanita muda ini, aku disemangati untuk melanjutkan studiku dan harus menyelesaikannya.

Kristus memanggil kita untuk mengedepankan usaha terbaik kita dalam tugas apa pun. Kita tidak pernah tahu siapa yang mungkin mengawasi kita – seseorang yang menderita penyakit yang melemahkan, rekan kerja yang menghadapi kesulitan keuangan, seorang muda yang patah semangat karena tidak menemukan pekerjaan, pasangan muda yang berusaha mengatasi perkawinan mereka yang goyah, anggota keluarga kita sendiri yang dalam kesusahan. Semuanya ini dan juga yang lain mungkin mencari semangat dan inspirasi yang dapat datang dari teladan kita. Ini secara tepat diingatkan Yesus kepada kita, “Kamu adalah terang dunia. Kota yang terletak di atas gunung tidak mungkin tesembunyi.”


Doa: Tuhan, terima kasih karena semua yang diperbuatnya telah menginspirasi kami dalam saat-saat sulit. Sebaliknya semoga kami menyemangati orang lain seperti kami memancarkan terang cinta-Mu. Amin.

Pokok pikiran: Seseorang dalam kegelapan memerlukan sinar yang kita bawa.

Doa syafaat: Mahasiswa yang jauh dari rumah dan keluarga.


SUMBER
J. Emmette Weir (Bahama)
Saat Teduh BPK Gunung Mulia – Jakarta – Indonesia


 Back To Previous Page ...