Subscribe
StumbleUpon  Del.icio.us  Facebook  Reddit  Add to diigo  

Article Time Stamp: 02 August 2008, 23:47:04 GMT+7

TAK TERPISAH DARI KASIH KRISTUS


(Roma 8 : 26 - 39)


"Siapakah yang akan memisahkan kita dari kasih Kristus? Penindasan atau kesesakan atau penganiayaan atau kelaparan atau ketelanjangan, atau bahaya, atau pedang?" (ayat 35). Sebab aku yakin, bahwa baik maut, maupun hidup, baik malaikat-malaikat, maupun pemerintah-pemerintah, baik yang ada sekarang maupun yang akan datang, atau kuasa-kuasa, baik yang ada di atas, maupun yang di bawah, ataupun sesuatu makhluk lain, tidak akan dapat memisahkan kita dari kasih Allah, yang ada dalam Kristus Yesus, Tuhan kita. (Ayat 38-39).

Apa rahasia seorang Paulus ketika dia menuliskan suratnya ini kepada Jemaat di Roma memiliki sikap optimis seperti itu? Jawabannya adalah karena Paulus telah mengalami perjumpaan secara pribadi dengan Tuhan Yesus yang telah berkuasa mengubahkan kehidupannya. Hal inipun bisa dialami oleh setiap pribadi, termasuk kita (saudara dan saya) untuk punya keyakinan iman seperti itu. Bagaimana pada jaman ini kita mengalami perjumpaan pribadi dengan Tuhan kita Yesus Kristus? Melalui firman-Nya yang hidup. Sejauh mana kita menyediakan diri menjumpai Dia dengan membaca firman-Nya? Melalui firman-Nya kita akan diteguhkan, contohnya melalui bagian dari surat Roma ini. Kita diingatkan kembali bahwa kita ini adalah orang yang dipilih-Nya dari semula, ditentukan-Nya, dipanggil-Nya, dibenarkan-Nya dan dimuliakan-Nya. Semuanya itu boleh berlaku melalui Anak-Nya yang telah diserahkanNya bagi kita semua. Maka bagaimana mungkin la tidak mengaruniakan segala sesuatu kepada kita bersama-sama dengan Dia?

Kita berkeyakinan pula apapun yang kita hadapi dalam kehidupan ini, kasih Allah dalam Tuhan kita Yesus Kristus tidak pernah bisa dipisahkan dari kita. Kasih-Nya senantiasa berada di dalam kita sehingga memampukan kita untuk tetap memiliki sikap optimis-berkeyakinan dalam iman dalam menghadapi apapun dan siapapun dalam kehidupan ini. Sebagaimana yang dinyatakan juga oleh seseorang dalam tulisannya demikian :

"Jika kita mengalami pencobaan hidup, berserahlah kepada Tuhan dengan sungguh.
Jangan mengandalkan manusia, sebab semua itu akan menghasilkan kekecewaan.
Jika kita dalam penderitaan, janganlah bersungut-sungut, tetapi berusahalah
menikmatinya dengan hati yang rela, sebab di balik semuanya itu, ada berkat besar
yang Tuhan siapkan bagi kita.

Jika kita dalam kesusahan, jangan kita takut kehilangan segalanya, tetapi berusahalah
melayani Dia dengan segala keterbatasan dan kekurangan kita, sebab Tuhan
sanggup menggantikan dan memenuhi segala kebutuhan kita dengan limpahnya.

Dengan cara-Nya, Tuhan pasti memberi jalan keluar untuk mengatasinya.
Jika kita dalam kesesakan, jangan bersedih hati, tapi naikkanlah pujian dan
penyembahan kepada Tuhan, sebab Dia sanggup memberikan kelegaan
Kasih Tuhan memang mampu mengalahkan segalanya"


Pernyataan iman seperti ini lahir bukan dari kekuatan manusia semata melainkan karena kasih Allah dalam Tuhan kita Yesus Kristus yang senantiasa ada dalam diri umat-Nya. Kasih Allah yang sama juga akan memampukan saudara dan saya untuk menyatakan : apapun Tuhan, yang sedang aku hadapi tidak ada yang bisa memisahkan aku dari Kasih-Mu. Amin (WIT)



Sumber:
Warta GKI Kebayoran Baru
20 Juli 2008


 Back To Previous Page ...