Subscribe
StumbleUpon  Del.icio.us  Facebook  Reddit  Add to diigo  

Article Time Stamp: 18 April 2004, 22:43:38 GMT+7
Tatapan Penuh Cinta

Pernahkah anda menatap orang-orang terdekat anda saat ia sedang tidur?

Kalau belum, cobalah sekali saja menatap mereka saat sedang tidur. Saat itu
yang tampak adalah ekspresi paling wajar dan paling jujur dari seseorang.
Seorang artis yang ketika di panggung begitu cantik dan gemerlap pun bisa
jadi akan tampak polos dan jauh berbeda jika ia sedang tidur. Orang paling
kejam di dunia pun jika ia tidur sudah tak akan tampakl wajah bengisnya.
Perhatiakanlah ayah anda saat beliau sedang tidur. Sadarilah, betapa badan
yang dulu kekar dan gagah itu kini semakin tua dan ringkih, betapa
rambut-rambut putih mulai menghiasi kepalanya, betapa kerut merut mulai
terpahat di wajahnya. Orang inilah yang tiap hari bekerja keras untuk
kesejahteraan kita, anak-anaknya. Orang inlah rela melakukan apa saja asal
perut kita kenyang dan pendidikan kita lancar.

Sekarang, beralihlah. Lihatlah ibu anda. Hmm..kulitnya mulai keriput dan
tangan yang dulu halus membelai-belai tubuh bayi kita itu kini kasar karena
terpaan hidup yang keras. Oang inilah yang tiap hari mengurus kebutuhan
kita. Orang inilah yang paling rajin mengingatkan dan mengomelini kita
semata-mata karena rasa kasih dan sayangnya itu sering kita salah artikan.

Cobalah menatap wajah orang-orang tercinta itu : Ayah, Ibu , suami , istri,
kakak, adik, anak, sahabat, semuanya. Rasakan sensasi yang timbul
sesudahnya. Rasakan energi cinta yang mengalir pelan-pelan saat menatap
wajah lugu yang terlelap itu. Raskan getaran cinta yang mengalir deras
ketika mengingat betapa banyaknya pengorbanan yang talah dilakukan
orang-orang itu untuk kebagaiaan anda. Pengorbanan yang kadang tertutupi
oleh kesalah pahaman kecil yang entah kenapa selalu saja nampak besar.

Secara ajaib Tuhan mengatur agar pengorbanan itu bisa tampak lagi melalui
wajah-wajah jujur mereka saat sedang tidur. Pengorbanan yang kadang
melelahkan namaun enggan merka ungkapkan. dan Ekspresi wajah ketika tidur
pun mengungkapkan segalanya. Tanpa kata, tanpa suara dia berkata : " betapa
lelahnya aku hari ini." dan penyebab lelah itu ? Untuk siapa dia
berlelah-lelah? Tak lain adalah suami yang bekerja keras mencari nafkah dan
istri yang bekerja mengurus dan mendidik anak, juga rumah. Kakak, adik,
anak, dan sahabat yang telah melewatkan hari-hari suka dan duka bersama
kita.

Resapilah kenangan2 manis dan pahit yang pernah terjadi dengan menatap
wajah2 mereka. Rasakan betapa kebahagiaan dan keharuan seketika membuncah
jika mengingat itu semua. Bayangkan apa yang akan terjadi jika esok hari
mereka " orang-orang terkasih itu " tak membuka matanya,.....selamanya.


 Back To Previous Page ...