Subscribe
StumbleUpon  Del.icio.us  Facebook  Reddit  Add to diigo  

Article Time Stamp: 06 March 2001, 16:48:56 GMT+7
T E M A N H I D U P

Bagaimana cara berpacaran yang baik? 80% masalah
keluarga yang timbul setelah pernikahan adalah
disebabkan karena masa pacaran yang tidak baik. Dan
selama pacaran yang tidak baik ini seperti menaruh bom
waktu yang akan meledak ketika seseorang melanjutkan
pacarannya ke jenjang pernikahan. Orang duniawi
berpacaran karena pergaulan yang tidak sehat.

Dan semua ini Tuhan rencanakan dimulai dari pergaulan.
"Janganlah kamu sesat: pergaulan yang buruk merusakkan
kebiasaan yang baik".
Berikut adalah motivasi salah yang terkadang terdapat
dalam pikiran kita mengenai perkawinan:

1.Masalah usia.
Sering kita menganggap kalau kita harus menikah di
usia tertentu yang kita anggap sudah cukup. Hal ini
salah. Allah punya rencana untuk tiap mahluk-Nya
berbeda-beda. Dan usia tiap orang untuk menikah
berbeda2. Untuk itu hendaknya kita tidak menghakimi
teman kita yang sering kali dianggap 'perawan tua'
atau semacamnya.

2.Rasa kesepian.
Jangan menikah bila kita belum menang dari rasa
kesepian kita.
Faktor ini terkadang terjadi pada kaum wanita.
Dengan anggapan bahwa dirinya kesepian, maka ia akan
menerima siapa saja yang tertarik dengannya.

3.Tekanan dari orang tua, atau teman.
Ingatlah bahwa kita menikah karena rencana Tuhan, dan
bukan atas dasar tekanan dari orang lain.

4.Merasa sudah cocok.
Disaat kita menemukan calon, dan kita merasa sudah
cocok, hati2, kita harus teliti lebih jauh tentang
dirinya. Seperti cerita, sepasang muda-mudi yang
merasa bahwa pasangannya itu baik dan segera akan
menikah karena kebaikan pasangannya itu.
Ingat! bahwa kita bukan mencari orang baik untuk
dijadikan pasangan hidup, tetapi orang benar. Karena
orang baik belum tentu orang benar, tetapi orang
benar,pasti baik.

5.Materi,
Seperti warisan, kekayaan, yang sifatnya tidak kekal
dan hanya menjadikan manusia rakus harta.

6.Asmara/ketertarikan jasmani.
Ingatlah janganlah menginginkan kecantikannya dalam
hatimu, janganlah terpikat oleh bulu matanya. Karena
apabila kita sudah menjadi tua pun semua kecantikan
itu akan hilang.

7.Biologis.
Ini dikhususkan untuk kaum pria. Janganlah menikah
bila seorang pria belum menang dalam hal kekudusan
atau nafsu. Janganlah berpikir kalau menikah adalah
alternatif lain untuk seorang pria daripada ia lari ke
berbuat dosa. Menikahlah dengan niatan/maksud baik.

8.Kuasa gelap.
Janganlah kita sekali-kali memakai cara ini dalam
menentukan pasangan hidup kita. Ingat apa yang ditabur
itu yang akan dituai. Iblis mungkin akan memberikan
kepada kita wanita yang sempurna, pria yang sempurna
seperti yang kita idamkan, tapi ia akan memberikan
kuitansi pada kita. Misalnya: perkawinanan anda hanya
5 tahun, atau anak yang anda lahirkan akan idiot, atau
anda harus mengalami sakit-penyakit, masalah dengan
bisnis anda, dan sebagainya.. Tapi kalau kita meminta
pada Tuhan, DIA memberikan yang menurutnya terbaik
untuk kita, malah Ia akan memberikan damai sejahtera
kepada keluarga kita selamanya, yang tidak akan dapat
ditukar dengan uang seberapa besarnya pun.
Waspada terhadap daya tarik kuasa gelap misalnya pada
saat kita sangat berharap, kita ketakutan, kita ingin
memiliki, kita sakit hati, dsb.


Bagaimana kita menemukan pasangan hidup secara natural
dan bukan supernatural?
Istri yang cakap siapakah akan mendapatkannya? Ia
lebih berharga daripada permata. Tentu saja untuk
menemukan pasangan hidup kita, yang utama harus berdoa
meminta pimpinan Tuhan dan berusaha untuk berjumpa
dengan orang yang dimaksud, yaitu melalui persahabatan
yang sehat.
Dan waktu tidak menentukan kapan, akan tetapi kesamaan
akan lahir baru,sepadan, dalam arti bahwa sepadan itu
sama2 mempunyai visi yang sama, dapat saling mengisi
atau melengkapi dalam hal kekurangan atau kelebihan.

Bagaimana dengan perbedaan yang ada?
Semua perbedaan yang tidak mutlak, baik itu mengenai
masalah usia, suku, ras, sosial, pendidikan, dapat
diatasi dengan kedewasaan rohani.
Biasanya dengan perbedaan ini orang yang paling
terlebih memberitahu adalah orang tua.
Nah dengan kedewasaan iman, kita dapat saja meminta
kepada Tuhan untuk mengubah cara pandangan orang tua
kita.

Pacaran & Pra Nikah apa perbedaannya?
Pacaran statusnya coba2, kalau pranikah yakin, karena
sudah adanya saling kenal dan keyakinan di antara
kedua pihak.

Inilah berbagai ulasan mengenai asmara yang sangat
bertentangan dengan kasih, yaitu bahwa kasih sabar,
sopan dan tidak cemburu, sedangkan asmara
kebalikannya. Dalam pacaran dunawi, orang kebanyakan
berpacaran karena asmara, yang dimana dipenuhi dengan
nafsu, terutama di pihak laki-laki. Kita lihat bahwa
si pria tidak sabar untuk menunggu, ia penuh dengan
asmara bukan kasih. Pria pencemburu yang sering kali
mengikat hubungan dengan pasangannya karena rasa tidak
aman sampai pada tahap2 tertentu, jelas ia sedang
jatuh dalam asmara dan bukan kasih, karena kasih tidak
pencemburu. Begitu juga pihak Wanita, yang setiap saat
mencemburui dengan berlebihan.

Hal2 yang perlu dihindari:
"Dengan apakah seorang muda mempertahanankan
kelakuannya tetap bersih ? Dengan menjaganya sesuai
dengan Firman Tuhan."
Disebutkan bahwa apabila antar pasangan kita terdapat
lebih dari 300 jam pertemuan, kita harus hati2 untuk
terjerumus dalam nafsu. Kita atur sebaik mungkin untuk
seminimal mungkin bertemu dengan pasangan, dan sedapat
mungkin menghindar dari suasana2, tempat yang dapat
memacu nafsu. Misalnya : tempat yang sepi dan gelap,
dikamar berdua, dsb.

Dalam hal menjaga kekudusan, pada awal pertemuan kita
harus bikin komitmen dengan pasangan kita, dan yang
memegang kunci dari kekudusan ini adalah wanita. Bila
anda seorang wanita, untuk menjaga kekudusan anda
harus sembuh dulu dari rasa kesepian, jangan berpikir
bahwa anda adalah mahluk yang kesepian dan anda
mendukung pasangan anda untuk jatuh ke dalam dosa.
Kalau Tuhan memberikan pria sejati, pria tersebut akan
menjaga kekudusan dan menghormati anda,kalau ceroboh
dalam hal pernikahan, maka akan menanggung seumur
hidup!

Saling menghargai/menghormati, sekalipun di dalam
kesesakan hidup. Dan di dalam pernikahan yang
terpenting adalah persatuan roh, setubuh, sedaging,
sejiwa, terbuka, kelemahan menjadi kelemahan bersama,
kelebihan menjadi kelebihan bersama dan untuk itu kita
dapat saling mengisi satu sama lain.

Ingatlah bahwa penikahan bukan jalan pintas tetapi
merupakan rencana Allah akan hidup kita


 Back To Previous Page ...