Subscribe
StumbleUpon  Del.icio.us  Facebook  Reddit  Add to diigo  

Article Time Stamp: 11 August 2009, 21:51:07 GMT+7

Tenanglah



Pembacaan Alkitab: Mazmur 46

Allah, kota benteng kita

1 Untuk pemimpin biduan.
Dari bani Korah.
Dengan lagu: Alamot. Nyanyian.

2 Allah itu bagi kita tempat perlindungan dan kekuatan, sebagai
penolong dalam kesesakan sangat terbukti.
3 Sebab itu kita tidak akan takut, sekalipun bumi berubah, sekalipun
gunung-gunung goncang di dalam laut;
4 sekalipun rebut dan berbuih airnya, sekalipun gunung-gunung goyah
oleh geloranya. S e l a.

5 Kota Allah, kediaman Yang Mahatinggi, disukakan oleh
aliran-aliran sebuah sungai.
6 Allah ada di dalamnya, kota itu tidak akan goncang; Allah akan
menolongnya menjelang pagi.
7 Bangsa-bangsa ribut, kerajaan-kerajaan goncang,

Ia memperdengarkan suara-Nya dan bumi pun hancur.
8 Tuhan semesta alam menyertai kita, kota benteng kita ialah Allah
Yakub. S e l a.

9 Pergilah, pandanglah pekerjaan TUHAN, yang mengadakan pemusnahan di bumi,
10 yang menghentikan peperangan sampai ke ujung bumi, yang mematahkan
busur panah, menumpulkan tombak, membakar kereta-kereta perang dengan
api!
11 ”Diamlah dan ketahuilah, bahwa Akulah Alah! Aku ditinggikan di
antara bangsa-bangsa, ditinggikan di bumi!”
12 TUHAN semesta alam menyertai kita, kota benteng kita ialah Allah
Yakub. S e l a.


RENUNGAN

Hidup terasa makin sibuk. Selama jam sibuk, di suatu stasiun kereta api besar, ratusan orang melintas, terburu-buru untuk tiba di tempat tujuan mereka. Dalam kereta dan bus, tiap orang sibuk berbicara melalui telpon genggamnya. Di pusat perbelanjaan atau supermarket, orang sibuk berbelanja seolah-olah toko akan segera tutup sewaktu-waktu. Saat menghubungi seorang teman melalui telpon, seringkali kita hanya dijawab mesin penjawab. Haruskah hidup kita seperti ini: selalu sibuk, tidak ada waktu tenang, selalu sibuk mendengar atau menonton melalui peralatan-peralatan elektronik. Yesus tahu pentingnya menarik diri dari keramaian untuk mendapat kekuatan dalam melakukan tugas-Nya, dan memperoleh kedamaian bagi jiwa-Nya. Yesus tahu bahwa Dia membutuhkan waktu untuk dihabiskan bersama Allah, baik untuk mendengar maupun berbicara dengan-Nya, agar dapat melakukan tugas dan tangung jawab-Nya. Kita pun tidak berbeda.

Kita membutuhkan waktu tenang dalam hari-hari dan saat-saat sibuk kita untuk dihabiskan bersama Allah, beristirahat dalam tangan-Nya, berdiam dalam hadirat-Nya. Ketenangan itu membuat perbedaan dalam hidup kita.


Doa:
Allah, bantulah kami meneladani Yesus, menemukan kedamaian dan ketenangan dalam kehidupan kami yang sibuk. Ajar kami supaya tidak pernah terlalu sibuk atau terlalu asyik agar kami dapat mendengarkan suara-Mu. Amin.

Pokok pikiran:
Dalam ketenangan, kita mendengar suara Allah.

Doa Syafaat:
Mereka yang hidup dalam kesibukan dan kegalauan.


SUMBER:
Ann Lockwood (Sheffield, Inggris)
Saat Teduh BPK Gunung Mulia – Jakarta – Indonesia


 Back To Previous Page ...