Terimakasih
Sebelum meninggal Andrew Cameige seorang jutawan yang dalam hidupnya dikenal sebagai dermawan, sempat menuliskan surat wasiatnya. Dari wasiatnya, salah seorang kerabatnya meneriwa warisan satu juta dollar. Jumlah yang cukup besar untuk ukuran masa itu. Namun sang kerabatnya bukan berterima kasih tetapi malah mengutuki Cameige . Pasalnya ia tahu bahwa Cameige ternyata mewasiatkan uang sejumlah 365 juta dollar untuk disumbangkan ke yayasan amal.
Anda mungkin sudah sering membaca bacaan Firman tentang Sembilan orang kusta yang tidak tahu berterima kasih. Tapi sudahkah anda menyadari kebenaran menarik dari peristiwa itu? Yang pertama, kesepuluh orang kusta itu sembuh karena mereka memiliki iman. Yesus tidak menyembuhkan mereka secara langsung tapi hanya menyuruh merka datang ke imam-imam. Mungkin mereka sempat kecewa tetapi iman mereka membuat orang-orang kusta tersebut tetap pergi, namun bagaimanapun juga ada satu hal yang membedakan sembilan orang yang tidak kembali dengan satu orang samaria yang dulu kusta itu. Hanya satu orang itu yang tahu berterima kasih.
Sembilan orang kusta yang lain juga percaya pada Yesus, tapi tujuan merekea ternyata bukanlah pada Dia, melainkan hanya pada kesembuhan mereka. Tujuan yang fana akan dapat dengan mudah membuat orang melupakan, bahkan mengutuki sang pemberi Berkat. Jika tujuan seseorang mengikut Yesus hanyalah untuk mendapat berkat, disembuhkan, mendapat jodoh, atau dipulihkan keadaan ekonominya dan keluarganya, jangan heran jika dengan cepat ia bisa melupakan bahkan meninggalkan Tuhan begitu semua hal didapat. Leroy Paige mengatakan, "Jangan berdoa pada waktu hujan jika anda tidak berdoa juga pada waktu matahari bersinar." Nasihat yang sangat baik. Apakah iman kita saat berdoa adalah ditujukan kepada Tuhan atau kepada permohonan Doa kita itu saja?
"Tidak adakah di antara mereka yang kembali untuk memuliakan Allah selain dari pada orang asing ini?" (Lukas 17:18)
Tuhan Yesus Memberkati..
Back To Previous Page ...