Subscribe
StumbleUpon  Del.icio.us  Facebook  Reddit  Add to diigo  

Article Time Stamp: 20 December 2001, 14:11:42 GMT+7
Hari pertama kuliah di kampus, profesor memperkenalkan diri dan menantang
kami untuk berkenalan dengan seseorang yang belum kami kenal. Saya berdiri
dan melihat sekeliling ketika sebuah tangan lembut menyentuh bahu saya.
Saya menengok dan mendapati seorang wanita tua, kecil, dan berkeriput,
memandang dengan wajah yang berseri-seri dengan senyum yang cerah. Ia
menyapa, "Halo anak cakep. Namaku Rose. Aku berusia delapan puluh tujuh.
Maukah kamu memelukku ?"

Saya tertawa dan dengan antusias menyambutnya, "Tentu saja boleh !"
Diapun memberi saya pelukan yang sangat erat.
"Mengapa kamu ada di kampus pada usia yang masih muda dan tak berdosa
seperti ini ?" tanya saya berolok-olok. Dengan bercanda dia menjawab,
"Saya di sini untuk menemukan suami yang kaya, menikah, mempunyai
beberapa anak, kemudian pensiun dan bepergian."
"Ah yang serius ?" pinta saya. Saya sangat ingin tahu apa yang telah
memotivasinya untuk mengambil tantangan ini di usianya. "Saya selalu
bermimpi untuk mendapatkan pendidikan tinggi dan kini saya sedang
mengambilnya !" katanya.

Setelah jam kuliah usai, kami berjalan menuju kantor senat mahasiswa
dan berbagi segelas chocolate milkshake. Kami segera akrab. Dalam tiga
bulan kemudian, setiap hari kami pulang bersama-sama dan bercakap-cakap
tiada henti. Saya selalu terpesona mendengarkannya berbagi pengalaman
dan kebijaksanaannya. Setelah setahun berlalu, Rose menjadi bintang
kampus dan dengan mudah dia berkawan dengan siapapun. Dia suka berdandan
dan segera mendapatkan perhatian dari para mahasiswa lain. Dia pandai
sekali menghidupkan suasana.

Pada akhir semester, kami mengundang Rose untuk berbicara di acara makan
malam klub sepak bola kami. Saya tidak akan pernah lupa apa yang
diajarkannya kepada kami. Dia diperkenalkan dan naik ke podium. Begitu
dia mulai menyampaikan pidato yang telah dipersiapkannya, tiga dari lima
kartu pidatonya terjatuh ke lantai. Dengan gugup dan sedikit malu dia
bercanda pada mikrofon. Dengan ringan berkata, "Maafkan saya sangat gugup.
Saya sudah tidak minum bir. Tetapi wiski ini membunuh saya. Saya tidak
bisa menyusun pidato saya kembali, maka ijinkan saya menyampaikan apa yang
saya tahu."Saat kami tertawa dia membersihkan kerongkongannya dan mulai,
"Kita tidak pernah berhenti bermain karena kita tua; kita menjadi tua
karena kita berhenti bermain. Hanya ada empat rahasia untuk tetap awet
muda, tetap bahagia, dan meraih sukses. Kamu harus tertawa dan menemukan
humor setiap hari. Kamu harus mempunyai mimpi. Bila kamu kehilangan
mimpi-mimpimu, kamu mati. Ada banyak sekali orang yang berjalan di
sekitar kita yang mati namun tidak mengetahuinya !"

"Sungguh jauh berbeda antara menjadi tua dan menjadi dewasa. Bila kamu
berumur sembilan belas tahun dan berbaring di tempat tidur selama satu
tahun penuh, tidak melakukan apa-apa, kamu tetap akan berubah menjadi
dua puluh tahun. Bila saya berusia delapan puluh tujuh tahun dan tinggal
di tempat tidur selama satu tahun, tidak melakukan apapun, saya tetap
akan menjadi delapan puluh delapan. Setiap orang pasti menjadi tua.
Itu tidak membutuhkan suatu keahlian atau bakat. Tumbuhlah dewasa dengan
selalu mencari kesempatan dalam perubahan. Jangan pernah menyesal.
Orang-orang tua seperti kami biasanya tidak menyesali apa yang telah
diperbuatnya, tetapi lebih menyesali apa yang tidak kami perbuat.
Orang-orang yang takut mati adalah mereka yang hidup dengan penyesalan."
Rose mengakhiri pidatonya dengan bernyanyi "The Rose". Dia menantang
setiap orang untuk mempelajari liriknya dan menghidupkannya
dalam kehidupan sehari-hari.

Akhirnya Rose meraih gelar sarjana yang telah diupayakannya sejak
beberapa tahun lalu. Seminggu setelah wisuda, Rose meninggal dunia
dengan damai. Lebih dari dua ribu mahasiswa menghadiri upacara
pemakamannya sebagai penghormatan pada wanita luar biasa yang mengajari
kami dengan memberikan teladan bahwa tidak ada yang terlambat untuk
apapun yang bisa kau lakukan.

Ingatlah, Menjadi Tua Adalah Keharusan, Menjadi Dewasa Adalah Pilihan.


 Back To Previous Page ...