Untuk Menaklukkan
Pembacaan Alkitab: Wahyu 3:11-13
11 Aku datang segera. Peganglah apa yang ada padamu, supaya tidak seorangpun mengambil mahkotamu.
12 Barangsiapa menang, ia akan Kujadikan sokoguru di dalam Bait Suci Allah-Ku, dan ia tidak akan keluar lagi dari situ; dan padanya akan Kutuliskan nama Allah-Ku, nama kota Allah-Ku, yaitu Yerusalem baru, yang turun dari sorga dari Allah-Ku, dan nama-Ku yang baru.
13 Siapa bertelinga, hendaklah ia mendengarkan apa yang dikatakan Roh kepada jemaat-jemaat."
RENUNGAN
Ketika masih kanak-kanak, aku sering meniru tokoh-tokoh pahlawan dari buku komik; aku siap berperang dengan bersenjatakan sebilah pedang kayu, perisai gabus, dan sebuah imajinasi yang hidup. Setelah mendengar sekilas mengenai Kitab Wahyu, keingintahuanku mendorongku untuk membacanya. Aku membaca hingga pasal ketiga. Unsur fantasi dari kitab ini berkembang terus dalam pikiranku saat aku menyadari bahwa pemenang selalu mendapatkan hadiah.
Aku bertanya kepada seorang dewasa, "Siapa musuh yang harus kumusnahkan?"
"Dosa," jawabnya.
Pasti berbahaya sekali, pikirku, menghadapi musuh ini! Aku harus menggunakan pedangku, perisaiku, dan bila perlu, tinjuku! Hari ini, aku masih terus memikirkan arti kata takluk. Seiring waktu, aku makin yakin bahwa musuh yang paling sulit adalah suatu yang dengan beribu-ribu cara berusaha untuk menjauhkan kita dari kebiasaan berdoa, membaca dan merenungkan isi Alkitab, mengikuti ibadah di gereja serta tidak besukacita, memuji, dan menyembah Allah. Marilah kita waspada terhadap tekanan kuat yang tidak tampak, yang mengubah fokus kita! Dan marilah kita melakukannya dengan mata yang tertuju kepada Yesus, yang memimpin kita kepada iman, dan yang membawa iman kita itu kepada kesempurnaan.
[Ibrani 12:2 – Marilah kita melakukannya dengan mata tertuju kepada Yesus, yang memimpin kita dalam iman, dan yang membawa iman kita itu kepada kesempurnaan, yang dengan mengabaikan kehinaan tekun memikul salib ganti sukacita yang disediakan bagi Dia, yang sekarang duduk di sebelah kanan takhta Allah]!
Doa:
Ya Allah, teguhkanlah keputusan kami untuk hidup sebagai murid yang setia. Amin.
Pokok pikiran:
Kristus memaggil kita untuk berdiri teguh dan setia.
Doa syafaat:
Orang-orang percaya yang menghadapi pencobaan.
SUMBER
Saat Teduh BPK Gunung Mulia – Jakarta – Indonesia
Back To Previous Page ...