Subscribe
StumbleUpon  Del.icio.us  Facebook  Reddit  Add to diigo  

Article Time Stamp: 01 June 2007, 23:18:46 GMT+7

Who Is The Normal Person ?
(Siapakah Orang Normal ?)



Kita sering diganggu pertanyaan dalam diri, apakah kita seorang yang normal.... Atau terjadi percakapan sebagai berikut, "Adakah sesuatu yang aneh pada orang yang berdiri di pintu itu? Saya mendengar orang itu pernah mencoba bunuh diri" atau "Kok si Amir hari ini aneh ya?"

Ungkapan-ungkapan di atas mendorong kita memahami memang ada rentang klasifikasi perilaku yang membedakan satu orang dengan orang lain. Namun demikian, pertanyaan itu sulit dijawab dengan tepat karena kondisi psikologis seseorang selalu terkait dengan rentang dimensional. Apa artinya?

Artinya, tidak ada penggolongan norrnal (sehat mental) dan abnormalitas perilaku (gila) seseorang yang dapat dibedakan dari penggolongan secara tegas dan absolut, karena pemahamannya mengandung makna elastis (bisa bergeser kesana kemari).

Bila kita cermati, maka tidak dapat dipungkiri adanya kenyaman relasi dinamis antara ketangguhan kepribadian seseorang dan derajat tekanan yang dihadapi seseorang dalam hidupnya

Orang yang normal pada dasarnya memiliki kepribadian relatif paling tangguh sehingga tekanan yang seekstrem apa pun akan membuat orang normal mampu mengatasinya. Sementara itu, orang neurotik pada dasarnya memang memiliki ketangguhan pribadi yang rentan yang membuat reaksi seminimal apa pun akan membuat orang neurotik menampilkan ketegangan emosional.

Untuk itu, para pakar psikologi dan psikiatri berupaya membuat klasifikasi manusia ke dalam enam golongan yang berbeda intensitas ketegangan emosional dengan urutan ketangguhan emosi semakin tinggi, sebagai berikut:
a. Normal
b. Neurosis
c. Psikosis: pasien yang biasanya membutuhkan perawatan mental khusus di rumah sakit jiwa
d. Psikopat: orang yang tidak mampu menerapkan tatanan norma dan aturan yang berlaku dalam lingkungannya.
e. Defektif mental orang yang mengalami hambatan perkembangan intelektual.
f. Kelompok perilaku lain-lain, orang yang menunjukkan berbagai perilaku menyimpang yang sulit digolongkan dalam golongan perilaku tertentu.


Kondisi mental
Makna relatif dalam penggolongan tersebut menjelaskan bahwa orang normal tidak berarti memiliki kondisi kesehatan mental sempurna. Mungkin saja yang tergolong normal menampilkan gejala gangguan perilaku sering disebut eksentrik dalam bingkai keluarga, misalnya. Namun, pada bingkai sosial lain ia dapat berfungsi optimal.

Kata normal merupakan istilah relatif, artinya apa yang diterima di suatu lingkungan bisa dipertimbangkan sebagai suatu yang tidak normal di komunitas lain.

Atas dasar pemahaman di atas, dapat diungkap bahwa orang yang diklasifikasi sebagai kelompok normal seyogianya memiliki beberapa kualifikasi sebagai berikut:

a. Mereka harus menunjukkan tanda-tanda kematangan emosional, mampu memisahkan diri secara wajar dengan orangtua mereka, dalam artian mampu melepaskan diri secara mulus dari ketergantungan emosional dengan figur kedua orangtuanya.

b. Mereka memiliki kemampuan menerima realitas.
Artinya. mampu menerima bagaimanapun kondisi lingkungan sebagai realitas yang harus dihadapi secara dewasa dan bertanggung jawab. la melihat kenyataan hidup dalam dunia konflik dan kerancuan, kriminalitas, perceraian, dan percobaan bunuh diri.

c. Mereka memiliki kepribadian fieksibel, dapat beradaptasi pada situasi yang berubah sehingga tidak mengalami kesulitan menempatkan diri dalam lingkungan sosial mana pun. Rahasia dari penyesuaian dirinya terletak pada kemampuan menjadikan emosinya berada di bawah kendali intelektualnya.

d. Mereka memiliki kapasitas mengasihi seseorang atau sesuatu yang diperlukan unluk mengalirnya kehidupan normal. Sebelum kita memiliki kemampuan memberikan kasih, kita juga harus memiliki kasih dalam diri dan terhadap diri sendin.

e. Mereka seyogianya memiliki filsafat hidup yang tangguh sehingga mampu mengatasi dan menghadapi komplikasi yang mungkin saja terjadi dalam kehidupan sehari-hari.


Menentukan posisi
Dunia memang sangat membutuhkan lebih banyak orang normal untuk bertahan mengelak dari pengaruh perilaku dan emosi negatif dari lima golongan perilaku manusia lain tersebut di atas.

Jadi dapat disimpulkan bahwa orang yang normal adalah orang yang dapat menentukan posisinya dalam lingkup sosial di mana dia berada. Orang normal juga menerima dengan jiwa besar kekurangan dan kelebihannya di samping kelebihan dan kekurangan orang lain, mampu memanfaatkan kelebihannya untuk mengompensasi kekurangannya bagi mengoptimalkan prestasi biopsikososioapritualnya.

Unluk itu, seyogianyalah orang normal memiliki kemampuan menganalisis diri dan tegas berupaya mencapai tahap kematangan emosional dengan tidak mempertahankan ketergantungan emosional kepada orangtua dan keluarga; menerima realitas dengan bekerja dan menjalani kehidupan tanpa keluhan; menyerahkan kendali intelektual terhadap emosi bersama orang-orang lain; meningkatkan kemampuan mencintai, yaitu mencari kasih dalam hati sanubari yang dalam serta membagi kasih tersebut pada lingkungan di mana ia berada; dan mengadopsi sistem berpikir berdasar pada penghargaan terhadap segala hal yang baik agar pikiran menjadi tenang serta menikmati kehidupan.

Akhirulkalam, kita mendapat jawaban pertanyaan apakah dirl kita normal, kurang normal, atau tidak normal.


Source: SAWITRI SUPARDI SADARJOEN, PSIKOLOG




 Back To Previous Page ...